Simak Baik-baik, Ini Ciri-ciri Ada Cacing di dalam Tubuh

Simak Baik-baik, Ini Ciri-ciri Ada Cacing di dalam Tubuh

Ada jenis cacing yang bisa hidup di dalam tubuh manusia. Cacing ini bahkan bisa menggerogoti tubuh manusia.

Tapi, bagaimana kita bisa mengetahuinya? Bagaimana ciri-ciri ada cacing parasit di dalam tubuh?

Beberapa jenis cacing yang kerap ditemukan di dalam tubuh di antaranya cacing pita, cacing tambang, cacing pipih, Ascaris, dan Trichinella.

Cacingan dapat menyebabkan banyak gejala. Beberapa di antaranya umumnya terlihat seperti gejala penyakit usus pada umumnya.

Ciri-ciri ada cacing di dalam tubuh

Gejala cacingan dapat berbeda pada setiap individu. Hal ini biasanya bergantung pada jenis cacing yang masuk ke dalam tubuh.

Namun, secara umum, keberadaan cacing di dalam tubuh biasanya ditandai dengan beberapa ciri-ciri berikut, melansir Medical News Today:

– nafsu makan menurun,
– kelelahan,
– sakit perut,
– perut kembung,
– mual-muntah,
– berat badan turun tanpa sebab.

Beberapa jenis cacing, termasuk jenis cacing pita, dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Kondisi bisa memicu konsekuensi yang lebih serius.

Penyebab cacingan

Masalah sanitasi yang buruk sering kali jadi penyebab cacingan. Meski demikian, cacing bisa masuk ke dalam tubuh dalam kondisi lingkungan apa pun.

Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko cacingan. Di antaranya sebagai berikut:

– makan daging/ikan mentah,
– kebersihan yang buruk,
– tak punya akses terhadap air bersih,
– tinggal di daerah tropis.

Cacing dapat masuk ke dalam tubuh melalui berbagai cara, tergantung pada jenisnya. Berikut beberapa jenis cacing dan cara masuknya ke dalam tubuh.

1. Cacing pita

Cacing pita dapat hidup di dalam usus dan melekatkan diri pada dinding usus.

Ada beberapa jenis cacing pita, salah satunya adalah T. asiatica yang banyak ditemukan di Indonesia. Cacing ini biasanya masuk melalui konsumsi daging sapi atau babi yang belum matang.

Cacing pita juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui air terkontaminasi yang tak sengaja dikonsumsi.

Gejalanya bisa berupa nafsu makan menurun, berat badan menurun, pusing, sakit perut, terlihat ada cacing di feses.

2. Cacing tambang

Cacing tambah dapat hidup di usus halus. Cacing ini masuk ke dalam tubuh melalui kulit. Misalnya, saat berjalan tanpa alas kaki di tanah yang terkontaminasi.

Gejalanya sendiri bisa berupa masalah pencernaan. Komplikasi yang lebih serius bisa terjadi akibat cacing tambang seperti kehilangan protein dan anemia.

3. Cacing pipih

Cacing ini bisa menyerang paru-paru, usus, hati, dan bagian tubuh lainnya. Cacing ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi makanan mentah atau setengah matang yang terkontaminasi seperti ikan dan kepiting.

Kebanyakan orang yang terinfeksi cacing pipih tidak akan memperlihatkan gejala. Namun, infeksi biasanya bisa berlangsung lama hingga memicu gejala dan komplikasi yang parah.

4. Cacing kremi

Hidup di usus besar dan rektum manusia, cacing kremi pada dasarnya relatif tidak berbahaya. Cacing ini masuk ke dalam tubuh melalui kontak langsung dengan benda atau orang yang terkontaminasi.

Mandi secara teratur membantu membuang telur cacing ke saluran pembungan.

Cacing kremi biasanya hanya akan memicu gejala ringan, misalnya rasa gatal dan tidak nyaman di sekitar anus. Namun, gejala ini biasanya bisa mengganggu tidur.

5. Cacing gelang

Cacing gelang atau Ascaris merupakan salah satu jenis cacing parasit paling umu di dunia.

Cacing ini hidup di tanah yang terkontaminasi. Cacing dapat masuk ke dalam tubuh saat seseorang menelan telur cacing pada buah atau sayuran sebelum dicuci dan dimasak.

Infeksi cacing gelang bisa memicu rasa tidak nyaman pada perut, batuk, dan mengi. Dalam kasus yang lebih parah, cacing gelang bisa memicu penyumbatan usus dan hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *