Mahjong Wins

Mahjong Wins

Mahjong Wins

Mahjong Ways

Mahjong Ways

Mahjong Ways

Mahjong Ways

Mahjong Ways

Mahjong Ways

Mahjong Wins

driver ojol di medan menggunakan pola mahjong ways terbaru

inspirasi terbaru di bagikan seorang arsitektur pola mahjong ways

mahasiswi hukum berhasil menggapai cita citanya lewat mahjong

mudah maxwin lewat mahjong ways berkat teknik spin orangtua

mulyono debt collector mencoba mahjong ways penghasilan sampingan

profesi tukang reparasi bukan halangan untuk maxwin di mahjong ways

rayap besi main mahjong ways sambil gergaji tiang listrik

seniman jalanan kembali menginspirasi masyarakat berkat menang mahjong ways

seorang buruh harian menciptakan metode kemenangan mahjong ways

seorang fotografer sukses memotret kesuksesannya lewat mahjong wins

aspek yuridis jual beli surat maxwin pada mahjong ways 2

inovasi pemerintah kota bandung dalam penanganan mahjong ways

pemanfaatan modal kecil pada aspek kebutuhan maxwin 91919191

analisa faktor yang dapat membantu pemain meraih jp hari ini

strategi kemenangan seorang ojol dalam bekerja sambilan bermain mahjong

optimalisasi modal dengan bermain mahjong tanpa takut rungkad

pengembangan sumber daya manusia yang turut membantu kemenangan mahjong wins

faktor penghambat maxwin yang masih dilakukan di mahjong ways 2

perbandingan mahjong ways dan mahjong wins dalam memberikan kemenangan

ekspresi seorang buruh tani asal solo menang mahjong 29292929

Wanita di Jatim Operasi Telinga karena Terlalu Sering Pakai Cotton Bud – BANGSEHAT.COM

Wanita di Jatim Operasi Telinga karena Terlalu Sering Pakai Cotton Bud

Wanita di Jatim Operasi Telinga karena Terlalu Sering Pakai Cotton Bud

Kebiasaan membersihkan telinga dengan cotton bud ternyata bisa berujung petaka. Hal ini dialami Ajeng Dian Anggi Pertiwi (34), wanita asal Malang, Jawa Timur (Jatim), yang harus menjalani operasi telinga setelah mengalami penurunan pendengaran akibat rutinitas tersebut.

Kisahnya viral di media sosial setelah ia membagikan pengalaman pahit yang bermula empat tahun lalu. Saat itu, Anggi rutin menggunakan cotton bud untuk membersihkan telinga. Namun, suatu hari, ia merasakan nyeri hebat di telinga yang bertahan selama berminggu-minggu.

“Awalnya cuma nyeri biasa, terus aku coba beli obat rekomendasi dari kerabat. Tapi enggak membaik,” ujar Anggi, Jumat (8/8).

Anggi akhirnya memutuskan memeriksakan diri ke dokter. Hasil pemeriksaan menunjukkan ada pembengkakan di telinganya. Ia pun diberi obat pereda nyeri dan diperbolehkan pulang. Meski rasa sakit sempat reda, keluhan itu kembali muncul begitu obat habis.

Selama dua hingga tiga bulan, Anggi terus membeli obat yang sama demi menghilangkan rasa nyeri. Bahkan, ia sempat berkonsultasi dengan teman yang juga seorang dokter dan mendapat resep obat tetes telinga.

“Setelah pakai obat tetes, ngilu benar-benar hilang. Terus keluar cairan putih dari telinga, seujung jari, yang aku enggak tahu itu apa,” ucapnya mengisahkan.

Masalah tak berhenti di situ. Meski rasa sakit menghilang, pendengaran Anggi di telinga kanan mulai menurun. Pada pertengahan 2024, ia memberanikan diri pergi ke dokter spesialis THT. Pemeriksaan awal mengungkap dugaan masalah serius, sehingga ia dirujuk ke rumah sakit lain.

Di sana, dokter menemukan ada infeksi jamur. Penyebabnya, telinga terlalu bersih akibat penggunaan cotton bud yang terlalu sering. “Setelah dulu yang aku kira sembuh, ternyata malah ditumbuhi jamur. Saking lamanya sampai mengeras,” kata Anggi.

Setelah menjalani perawatan intensif selama berminggu-minggu, jamur di telinga Anggi akhirnya berhasil diangkat. Namun, pemeriksaan lanjutan justru menemukan masalah baru yang lebih mengkhawatirkan.

Diagnosis kolesteatoma

Dokter mendapati Anggi mengalami kolesteatoma, yaitu pertumbuhan abnormal jaringan kulit di telinga tengah. Kondisi ini dapat merusak tulang telinga dan memicu gangguan pendengaran.

“Hasil CT scan menunjukkan ada penumpukan cairan di telinga tengah. Dokter bilang harus diambil karena kalau menyebar bisa kena otak atau meningitis, bahkan bisa bikin muka jadi miring,” ungkapnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *