Mahjong Wins

Mahjong Wins

Mahjong Wins

Mahjong Ways

Mahjong Ways

Mahjong Ways

Mahjong Ways

Mahjong Ways

Mahjong Ways

Mahjong Wins

driver ojol di medan menggunakan pola mahjong ways terbaru

inspirasi terbaru di bagikan seorang arsitektur pola mahjong ways

mahasiswi hukum berhasil menggapai cita citanya lewat mahjong

mudah maxwin lewat mahjong ways berkat teknik spin orangtua

mulyono debt collector mencoba mahjong ways penghasilan sampingan

profesi tukang reparasi bukan halangan untuk maxwin di mahjong ways

rayap besi main mahjong ways sambil gergaji tiang listrik

seniman jalanan kembali menginspirasi masyarakat berkat menang mahjong ways

seorang buruh harian menciptakan metode kemenangan mahjong ways

seorang fotografer sukses memotret kesuksesannya lewat mahjong wins

aspek yuridis jual beli surat maxwin pada mahjong ways 2

inovasi pemerintah kota bandung dalam penanganan mahjong ways

pemanfaatan modal kecil pada aspek kebutuhan maxwin 91919191

analisa faktor yang dapat membantu pemain meraih jp hari ini

strategi kemenangan seorang ojol dalam bekerja sambilan bermain mahjong

optimalisasi modal dengan bermain mahjong tanpa takut rungkad

pengembangan sumber daya manusia yang turut membantu kemenangan mahjong wins

faktor penghambat maxwin yang masih dilakukan di mahjong ways 2

perbandingan mahjong ways dan mahjong wins dalam memberikan kemenangan

ekspresi seorang buruh tani asal solo menang mahjong 29292929

Membersihkan Telinga Pakai Cotton Bud, Boleh Enggak Sih? – BANGSEHAT.COM

Membersihkan Telinga Pakai Cotton Bud, Boleh Enggak Sih?

Membersihkan Telinga Pakai Cotton Bud, Boleh Enggak Sih?

Banyak orang terbiasa membersihkan telinga secara rutin dengan cotton bud, pinset, bahkan kadang dengan ujung jari. Tujuannya sederhana, mengeluarkan kotoran telinga yang dianggap menjijikkan dan mengganggu.

Padahal, dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) di RSPI Bintaro Jaya Ashadi Budi mengatakan, kebiasaan membersihkan telinga dengan cotton bud atau alat runcing lainnya tak perlu dilakukan, bahkan cenderung berbahaya.

“Kotoran telinga atau serumen sebenarnya bukan sekadar ‘kotoran’, tapi zat alami yang sangat berguna untuk kesehatan telinga, jadi tak usah dibersihkan,” jelas Ashadi Budi dalam acara temu media yang digelar RSPI di Jakarta Selatan, Selasa (29/7).

Alih-alih membersihkan, nyatanya cotton bud justru menimbulkan banyak bahaya. Menurut Ashadi, cotton bud justru bisa mendorong kotoran masuk ke dalam.

“Ini bisa menyebabkan penyumbatan, luka, bahkan pecahnya gendang telinga jika digunakan terlalu dalam,” tegas Ashadi.

Apa itu kotoran telinga?

Kotoran telinga adalah zat lilin yang diproduksi oleh kelenjar di saluran telinga. Fungsinya sangat penting, terutama sebagai pelindung alami telinga dari serangan debu, bakteri, dan benda asing lainnya.

“Serumen memiliki sifat antibakteri dan antijamur. Ia juga menjaga kelembapan di dalam saluran telinga agar tidak kering atau iritasi,” ujar Ashadi.

Serumen yang menempel di dinding saluran telinga akan terdorong ke luar secara alami saat Anda mengunyah, berbicara, atau menggerakkan rahang. Proses ini merupakan mekanisme alami tubuh yang disebut migrasi epitel.

Kotoran telinga sebenarnya punya empat peran penting bagi kesehatan telinga Anda. Berikut di antaranya.

1. Pelindung

Serumen bertindak sebagai penghalang alami yang mencegah benda asing, seperti debu, serbuk, atau serangga kecil, masuk ke dalam telinga.

2. Pembersih alami

Saat bergerak ke luar, kotoran telinga membawa serta sel kulit mati dan partikel debu. Ia berperan seperti sapu jalan mini dalam saluran telinga Anda.

3. Pelembap

Kelembapan yang dijaga oleh serumen mencegah saluran telinga menjadi kering dan terasa gatal.

4. Pencegah infeksi

Kandungan antibakteri dalam serumen membantu menekan pertumbuhan mikroorganisme penyebab infeksi.

Kapan kotoran telinga perlu dibersihkan?

Dalam banyak kasus, kotoran telinga tak perlu dibersihkan secara manual karena bisa keluar dengan sendirinya. Namun, ada kalanya serumen menumpuk dan membentuk sumbatan (serumen prop) yang justru bisa mengganggu pendengaran dan kenyamanan.

Beberapa tanda serumen sudah terlalu menumpuk antara lain:

– penurunan pendengaran secara tiba-tiba atau bertahap,
– telinga terasa penuh, tersumbat, atau berdengung,
– rasa nyeri atau tidak nyaman,
– gatal di dalam saluran telinga.

“Kalau gejalanya sudah seperti itu, sebaiknya tidak mencoba membersihkannya sendiri. Segera periksa ke dokter THT untuk penanganan yang aman,” kata Ashadi.

Cara membersihkan kotoran telinga dengan aman

Jika Anda merasa perlu membersihkan telinga, lakukanlah dengan cara yang benar. Berikut langkah yang bisa dilakukan.

1. Bersihkan hanya bagian luar telinga

Gunakan waslap bersih yang dibasahi air hangat untuk membersihkan daun telinga. Jangan memasukkan apapun ke dalam liang telinga.

2. Gunakan obat tetes pelunak serumen

Dokter bisa meresepkan obat tetes seperti gliserin atau karbamid peroksida yang membantu melunakkan serumen keras sebelum dibersihkan.

3. Lakukan pembersihan profesional

Jika serumen sudah menyumbat saluran telinga, dokter akan melakukan pembersihan dengan alat khusus seperti suction (penyedotan) atau irigasi lembut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *