Mahjong Wins

Mahjong Wins

Mahjong Wins

Mahjong Ways

Mahjong Ways

Mahjong Ways

Mahjong Ways

Mahjong Ways

Mahjong Ways

Mahjong Wins

driver ojol di medan menggunakan pola mahjong ways terbaru

inspirasi terbaru di bagikan seorang arsitektur pola mahjong ways

mahasiswi hukum berhasil menggapai cita citanya lewat mahjong

mudah maxwin lewat mahjong ways berkat teknik spin orangtua

mulyono debt collector mencoba mahjong ways penghasilan sampingan

profesi tukang reparasi bukan halangan untuk maxwin di mahjong ways

rayap besi main mahjong ways sambil gergaji tiang listrik

seniman jalanan kembali menginspirasi masyarakat berkat menang mahjong ways

seorang buruh harian menciptakan metode kemenangan mahjong ways

seorang fotografer sukses memotret kesuksesannya lewat mahjong wins

aspek yuridis jual beli surat maxwin pada mahjong ways 2

inovasi pemerintah kota bandung dalam penanganan mahjong ways

pemanfaatan modal kecil pada aspek kebutuhan maxwin 91919191

analisa faktor yang dapat membantu pemain meraih jp hari ini

strategi kemenangan seorang ojol dalam bekerja sambilan bermain mahjong

optimalisasi modal dengan bermain mahjong tanpa takut rungkad

pengembangan sumber daya manusia yang turut membantu kemenangan mahjong wins

faktor penghambat maxwin yang masih dilakukan di mahjong ways 2

perbandingan mahjong ways dan mahjong wins dalam memberikan kemenangan

ekspresi seorang buruh tani asal solo menang mahjong 29292929

Ternyata Bukan Stevia, Ini Pilihan Gula Sehat Menurut Dokter Jantung – BANGSEHAT.COM

Ternyata Bukan Stevia, Ini Pilihan Gula Sehat Menurut Dokter Jantung

Ternyata Bukan Stevia, Ini Pilihan Gula Sehat Menurut Dokter Jantung

Gula putih disebut-sebut sebagai biang kerok terjadinya lonjakan gula darah dan penumpukan lemak perut. Stevia kerap dianggap sebagai alternatif yang sehat.

Namun, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah asal India Alok Chopra memberikan rekomendasi pemanis yang lebih sehat, tapi bukan stevia.

Mengutip Hindustian Times, alih-alih stevia, Chopra justru menyarankan penggunaan allulosa. Nama terakhir merupakan alternatif gula langka yang tidak meningkatkan kadar gula darah dan cocok bagi pengidap diabetes.

Rasanya, menurut Chopra, juga mirip dengan gula biasa.

“Sebanyak 70 persennya diserap dalam darah dan dikeluarkan melalui urine,” ujar dia.

Mengutip laman Cleveland Clinic, allulosa merupakan gula alami yang ditemukan dalam kadar rendah pada buah ara, kismis, gandum, dan molase.

Gula ini umum dikenal sebagai alternatif gula bagi penderita diabetes atau orang yang sedang menjalani diet tertentu.

Allulosa mulai hadir di pasaran sebagai pemanis buatan pada tahun 2010-an. Rasa allulosa diklaim lebih mirip dengan gula asli. Tak ada rasa pahit pada allulosa, sebagaimana yang sering ditemukan pada pemanis buatan lainnya.

Meski rasa manisnya sama, allulosa punya kalori yang lebih sedikit dibandingkan gula. Hal ini membuat allulosa juga cocok dikonsumsi bagi orang-orang yang sedang menjalani diet.

Ahli gizi Anthony DiMarino mengatakan, secara susunan kimiawi, allulosa mirip dengan fruktosa yang ditemukan secara alami dalam buah-buahan.

“Allulosa memiliki tingkat kemanisan sekitar 70 persen dari gula. Setelah diserap di usus halus, zat ini segera dikeluarkan, dan karena itu, hanya memberikan kontribusi minimal terhadap asupan kalori harian,” ujar DiMarino.

Allulosa sendiri telah disetujui oleh Food and Drugs Administration (FDA) Amerika Serikat. Produk ini juga telah disetujui di beberapa negara lain seperti Jepang, Meksiko, Singapura, dan Korea Selatan.

Namun, beberapa penelitian menemukan, allulosa bisa berdampak buruk terhadap saluran pencernaan pada beberapa orang. Dalam jumlah banyak, allulosa dapat memicu perut kembung hingga mual.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *