Mahjong Wins

Mahjong Wins

Mahjong Wins

Mahjong Ways

Mahjong Ways

Mahjong Ways

Mahjong Ways

Mahjong Ways

Mahjong Ways

Mahjong Wins

driver ojol di medan menggunakan pola mahjong ways terbaru

inspirasi terbaru di bagikan seorang arsitektur pola mahjong ways

mahasiswi hukum berhasil menggapai cita citanya lewat mahjong

mudah maxwin lewat mahjong ways berkat teknik spin orangtua

mulyono debt collector mencoba mahjong ways penghasilan sampingan

profesi tukang reparasi bukan halangan untuk maxwin di mahjong ways

rayap besi main mahjong ways sambil gergaji tiang listrik

seniman jalanan kembali menginspirasi masyarakat berkat menang mahjong ways

seorang buruh harian menciptakan metode kemenangan mahjong ways

seorang fotografer sukses memotret kesuksesannya lewat mahjong wins

aspek yuridis jual beli surat maxwin pada mahjong ways 2

inovasi pemerintah kota bandung dalam penanganan mahjong ways

pemanfaatan modal kecil pada aspek kebutuhan maxwin 91919191

analisa faktor yang dapat membantu pemain meraih jp hari ini

strategi kemenangan seorang ojol dalam bekerja sambilan bermain mahjong

optimalisasi modal dengan bermain mahjong tanpa takut rungkad

pengembangan sumber daya manusia yang turut membantu kemenangan mahjong wins

faktor penghambat maxwin yang masih dilakukan di mahjong ways 2

perbandingan mahjong ways dan mahjong wins dalam memberikan kemenangan

ekspresi seorang buruh tani asal solo menang mahjong 29292929

Makan Sambil Minum Teh Bisa Picu Anemia, Benarkah? – BANGSEHAT.COM

Makan Sambil Minum Teh Bisa Picu Anemia, Benarkah?

Makan Sambil Minum Teh Bisa Picu Anemia, Benarkah?

Minum teh merupakan kebiasaan yang banyak dilakukan masyarakat, baik sebelum, saat, atau setelah makan. Tak sedikit juga orang yang menjadikan teh sebagai pelengkap minuman saat makan.

Tapi, akhir-akhir ini juga muncul anggapan bahwa konsumsi teh saat makan dapat menurunkan kadar zat besi dalam tubuh dan berisiko menyebabkan anemia. Benarkah demikian?

Dokter spesialis gizi di Rumah Sakit Melinda Bandung Johannes Chandrawinata membenarkan bahwa teh dapat menurunkan penyerapan zat besi. Namun, hal ini tak serta-merta memicu anemia defisiensi besi.

“Risiko anemia hanya akan muncul jika konsumsi teh dilakukan secara berlebihan dan dalam jangka panjang, terutama bila dikombinasikan dengan diet rendah zat besi,” kata Johanes saat dihubungi, Selasa (17/12).

Namun demikian, pengaruh teh terhadap penyerapan zat besi tergantung jenis makanan. Hal ini akan bergantung pada jenis zat besi yang terdapat dalam makanan dan jumlah konsumsi teh itu sendiri.

Zat besi dalam makanan terbagi menjadi dua jenis, yakni zat besi heme yang terdapat dalam sumber protein hewani seperti daging merah, ikan, dan unggas.

Kemudian ada zat besi non-heme yang berasal dari makanan nabati seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, tempe, dan tahu.

Lantas, bagaimana teh menghambat penyerapan zat besi?

Teh memiliki kandungan zat aktif seperti tanin dan fitat yang dapat membentuk kompleks tidak larut dengan mineral, termasuk zat besi di dalam saluran pencernaan. Proses ini disebut kelasi, di mana zat besi menjadi sulit diserap oleh usus.

Selain itu, teh juga mengandung senyawa polifenol, fitat, tanin, dan kalsium yang dapat mengganggu penyerapan zat besi, terutama zat besi non heme dari makanan nabati.

“Zat tanin dalam teh mengurangi penyerapan zat besi nonheme dengan membentuk kompleks mineral Fe3+ (zat besi oksida) yang tidak larut dalam air. Efek ini semakin kuat dengan kemunculan zat fitat di dalam teh,” jelas Johanes.

Polifenol dalam teh pun berperan penting dalam menghambat penyerapan zat besi, termasuk zat besi heme. Semakin tinggi kandungan polifenol dalam teh, semakin besar dampaknya terhadap penyerapan zat besi di usus.

Efek makanan berbasis kedelai dan lama menyeduh teh

Johannes juga mengatakan, selain sering mengonsumsi teh, lama teh diseduh juga memengaruhi penyerapan zat besi di tubuh. Ketika warna teh semakin pekat, maka dia semakin kuat menyerap zat besi.

“Artinya teh yang lebih dari 3 menit diseduh memiliki efek lebih kuat karena warna juga lebih pekat,” kata dia.

Dalam kesempatan itu, dia juga menyebut makanan berbahan dasar kedelai seperti tempe dan tahu mengandung tanin, polifenol, dan fitat yang sama-sama dapat menurunkan ketersediaan-hayati zat besi.

Fitat yang terkandung di dalam kedelai mampu mengikat zat besi (Fe3+) dan membentuk kompleks yang tidak larut di saluran pencernaan bagian atas, sehingga tubuh tidak dapat menyerap zat besi dengan optimal.

“Tapi bukan berarti makan tempe dan tahu atau minum teh langsung menyebabkan anemia, prinsipnya adalah kalau dilakukan terlalu sering,” kata dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *